SALAH KAPRAH TENTANG BERCINTA!

tidakbiasa.com- Ketika adab dalam bergaul dengan lawan jenis mulai memudar, maka saat itu pula luapan cinta yang menggelora dan berapi-api dalam hati manusia pun menjadi hilang kendali. Akhirnya, setan mendapatkan peluangnya untuk dengan mudah menjerat para remaja dalam ikatan maut yang dikenal dengan “pacaran“ dalam masyarakat kita. Bahkan pacaran saat ini sudah dianggap lumrah bagi sebagian besar masyarakat Indonesia.



Sesungguhnya Allah telah mengharamkan segala aktivitas yang dapat mengantarkan kita ke dalam perzinaan. Allah berfirman dalam al-Qur'an yang artinya, “Dan janganlah kamu mendekati zina, sesugguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk.” (QS. al-Isra’: 32).

Lalu pintu mana lagi yang paling lebar dan paling dekat dengan ruang perzinaan melebihi pintu pacaran ini wahai sahabatku?

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya Allah menetapkan untuk anak adam bagiannya dari zina, yang pasti akan mengenainya. Zina mata adalah dengan memandang, zina lisan adalah dengan berbicara, sedangkan jiwa berkeinginan dan berangan-angan, lalu farji (kemaluan) yang akan membenarkan atau mendustakannya.” (HR. Bukhari & Muslim).

Kalaulah kita umpamakan zina adalah sebuah ruangan yang memiliki banyak pintu yang berlapis-lapis, maka orang yang berpacaran adalah orang yang telah memiliki semua kuncinya. Kapan saja ia bisa masuk. Bukankah saat berpacaran ia tidak lepas dari zina mata dengan bebas memandang? Bukankah dengan pacaran ia sering melembut-lembutkan suara di hadapan pacarnya? Bukankah orang yang berpacaran senantiasa memikirkan dan membayangkan keadaan pacarnya? Maka farjinya pun akan segera mengikutinya. Akhirnya penyesalan tinggallah penyesalan. Waktu tidaklah bisa dirayu untuk bisa kembali sehingga dirinya menjadi sosok yang masih suci dan belum ternodai. Setan pun bergembira atas keberhasilan usahanya. Setan mengobarkan kemenangan atas jatuhnya para pemuda khususnya ke lembah yang penuh dosa.

Iblis, Sang Penyesat Ulung

Tentunya akan sulit bagi Iblis dan bala tentaranya untuk menggelincirkan sebagian orang sampai terjatuh ke dalam jurang pacaran gaya cipika-cipiki atau yang semodel dengan itu. Akan tetapi yang perlu kita ingat, bahwasanya Iblis telah bersumpah di hadapan Allah untuk menyesatkan semua manusia. Iblis berkata, “Demi kekuasaan-Mu, aku akan menyesatkan mereka semuanya.” (QS. Shaad: 82).

Termasuk di antara alat yang digunakan Iblis untuk menyesatkan manusia adalah wanita. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,”Tidaklah aku tinggalkan setelahku fitnah (ujian) yang lebih berbahaya bagi laki-laki daripada wanita.” (HR. Bukhari & Muslim). Kalaulah Iblis tidak berhasil merusak agama seseorang dengan menjerumuskan mereka ke dalam gaya pacaran cipika-cipiki, mungkin cukuplah bagi Iblis untuk bisa tertawa dengan membuat mereka berpacaran lewat telepon, SMS atau yang lainnya. Yang cukup menyedihkan, terkadang gaya pacaran seperti ini dibungkus dengan agama seperti dengan pura-pura bertanya tentang masalah agama kepada lawan jenisnya, miss called atau SMS pacarnya untuk bangun shalat tahajud dan lain-lain.

Ringkasnya SMS-an atau segala bentuk chatting dengan lawan jenis yang bukan saudara dan bukan karena kebutuhan mendesak adalah haram dengan beberapa alasan berikut:


  • Ini adalah semi berdua-duaan,
  • Buang-buang pulsa, dan 
  • Ini adalah jalan menuju perkara yang haram. 


Mudah-mudahan Allah memudahkan kita semua untuk menjalankan perintah-Nya serta menjauhi larangan-Nya. Aamiin, wallahu'alam.