Pembantaian Kaum Gay di Orlando Jadi Alasan Politik Donald Trump Melarang Muslim Masuk Amerika

tidakbiasa.com - Kandidat calon presiden Amerika Serikat (AS) dari Partai Republik, Donald J. Trump, menegaskan kembali rencananya untuk melarang migran Muslim memasuki Amerika Serikat untuk sementara setelah terjadi pembantaian di klub gay Pulse, di Orlando.



Trump mengkritik keras rivalnya dari Partai Demokrat, Hillary Clinton, yang ingin meningkatkan penerimaan migran dari Timur Tengah.

Sebelum pembantaian di klub gay yang menewaskan 50 orang oleh Omar Mateen, Trump mengaku sudah memperingatkan aksi terorisme di AS.

”Saya mengatakan hal ini akan terjadi, dan itu hanya akan bertambah buruk,” kata Trump dalam sebuah pernyataan.

”Dan kita akan memiliki cara untuk menyaring mereka, membayar untuk mereka, atau mencegah generasi kedua dari radikalisasi,” ujar Trump, seperti dikutip The New York Times, (12/6/2016).

Omar Mateen adalah pria Amerika keturunan Afghanistan. Sebelum beraksi, dia menghubungi 911 dan bersumpah setia pada ISIS.

Dalam pernyataan terpisah di Twitter, Trump mengatakan bahwa serangan di Orlando "hanyalah awal" dan itu menegaskan komitmennya untuk melarangan migran Muslim memasuki Amerika.

“Mengapresiasi, menyampaikan selamat atas tindakan tepat pada terorisme radikal Islam, saya tidak ingin menyampaikan selamat, saya ingin ketangguhan dan kewaspadaan. Kita harus pintar-pintar!” tulis Trump via akun Twitter @RealDonaldTrump.