KISAH MENGEJUTKAN! JENAZAH WANITA PENGHIBUR DIMANDIKAN

tidakbiasa.com - Pada zaman Imam Malik, terdapat seorang wanita penghibur yang sangat buruk akhlaknya. Dia dikenal sebagai penghibur bagi kaum lelaki pada saat itu.


Suatu hari tibalah ajal wanita itu, ketika dia dimandikan oleh seorang wanita yang memang kerjanya memandikan mayat, tiba-tiba tangan si pemandi mayat itu tidak dapat dilepaskan pada kemaluan mayat wanita itu.

Semua penduduk dan ulama gempar akan hal itu. Bagaimana tidak, tangan si pemandi mayat tidak bisa dilepaskan sehingga semua orang di situ mati akal untuk melepaskan tangannya dari mayat wanita tersebut.

Terdapat dua cara untuk menyelesaikan masalah itu. Pertama, memotong tangan wanita pemandi mayat tersebut dan kedua tanam kedua-dua wanita itu sekaligus. Akhirnya, mereka memutuskan untuk meminta pendapat daripada Imam Malik.

Imam Malik bukan orang yang asal tanpa ilmu jika memberi fatwa. Pernah ada satu ketika, Imam Malik mendapat 40 pertanyaan, tetapi yang dijawabnya hanyalah 5. Ini menunujukkan akan berhati-hatinya dan betapa sensitifnya beliau dalam isu agama. Imam Malik bertanya kepada wanita si pemandi mayat itu bahwa adakah dia berkata sesuatu ketika memandikannya.

Wanita pemandi mayat itu berkata bahwa dia mengatakan kepada si perempuan itu sewaktu membersihkan tubuhnya:

"Berapa kalikah tubuh ini telah melakukan zina?"

Imam Malik berkata "Kamu telah menjatuhkan Qazaf (tuduhan zina) pada wanita tersebut, sedangkan kamu tidak mendatangkan 4 orang saksi. Maka kamu harus dijatuhkan hukuman hudud 80 kali sebatan karena tidak mendatangkan saksi."

Selepas wanita pemandi mayat itu dikenakan hukuman 80 sebatan maka terlepaslah tangannya dari mayat tersebut.

HIKMAH & PELAJARAN:

Hendaklah kita menjaga lidah kita. Jangan sembarangan membuat fitnah atau berprasangka buruk dengan orang lain.

Kuasa Allah meliputi segala-galanya.
Moga bermanfaat dan mari bersama-sama memperbaiki diri. InsyaAllah.

Jaga lidah jangan sebarkan fitnah, jangan bersangka buruk dengan orang lain. Kalau kita tahu dia itu seorang pelacur sekalipun, tapi kalau tak pernah lihat perbuatan maka kita dilarang menuduhnya berzina.

Mudah-mudahan kisah Pemandi Mayat ini bisa kita jadikan sebagai tauladan dan iktibar. Karena itu ingatlah, apabila kita membantu menyebar sesuatu perkara buruk dalam masyarakat, negeri atau negara, yang kita tidak menyaksikan dan tiada saksi, maka tunggulah suatu hari nanti balasan yang kita terima. Walaupun peristiwa berlaku: Berhati-hati semua dan jangan terjerat dengan jarum-jarum kejahatan. Wallahua'lam.

Semoga bermanfaat! Share Jika bermanfaat ya.