Video: Debat Seru Pengendara Motor Dengan Beberapa Polisi Saat Razia Hebohkan Dumay


tidakbiasa.com- Seorang netizen sekaligus pengendara motor bernama Joni Hermanto masih menjadi buah bibir di media sosial. Keberaniannya beragumen dan berdebat dengan beberapa polisi yang sedang melakukan razia di jalan raya dengan menanyakan surat tugas razia dari kepolisian, bahkan ia tidak takut mengatakan bisa saja razia yang dilakukan adalah razia bodong.

Dalam akun Facebooknya Joni mengatakan peristiwa terjadi Kamis (24/12) sekitar pukul 10.00 WIB. Saat itu Joni sedang melintas di Jalan Picuran 7 Batusangkar dan tiba-tiba di hentikan oleh salah seorang petugas Polwan dari Sat Lantas Polres Tanah Datar yang katanya saat itu sedang melakukan razia kendaraan.

Joni yang tidak mengetahui saat itu sedang ada razia, merasa kaget. Pasalnya tidak ada tanda razia seperti plang pemeriksaan yang seharusnya dipasang 100 meter sebelum lokasi razia. Joni pun protes dan mempertanyakan mengenai legalitas razia tersebut kepada petugas yang menghentikannya. Joni pun mengutarakan beberapa pasal mengenai peraturan kendaraan bermotor.

Namun Kasat Lantas Polres Tanah Datar, Iptu Avani Erliansyah, yang saat itu ikut dalam razia tersebut malah bersikukuh menolak menunjukan surat tugas yang sebenarnya merupakan hak pengendara untuk mengetahuinya. Joni yang tetap bersih keras tidak mau menunjukkan surat kelengkapan kendaraan ini disebabkan karena menurutnya polisi tidak bisa diajak bekerja sama. Menurut Joni jika polisi menunjukkan surat izin maka dia pun langsung menunjukkan surat-suratnya. Sederhana! Dan tidak bertele-tele. Setelah berdebat panjang, Iptu Avani meninggalkan Joni dan tidak jadi ditilang. Simak adu argumen dan debat seru Joni dengan beberapa polisi dalam video di bawah ini.



Namun ternyata peristiwa ini berbuntut panjang. Pada Senin (28/12), Joni dikagetkan dengan adanya pemanggilan oleh Sat Reskrim Polres Tanah Datar atas tuduhan dugaan tindak pidana tidak menuruti perintah petugas kepolisian pada saat melaksanakan dinas kepolisian.

"Saya tetap menghargai hak beliau untuk melaporkan saya. Tapi sebagai warga negara saya juga punya hak untuk melaporkan beliau ke Div Propam terkait karena banyaknya ketentuan yang Iptu Avani langgar pada saat melakukan razia, mulai dari tidak adanya plang pemeriksaan, tidak mau menunjukan sprint yang merupakan hak pengendara, serta tindakan kesemena-menaan beliau terhadap saya dengan melaporkan saya," kata Joni di status akun Facebooknya.

Joni berharap netizen lain mendukungnya demi mengawal kasus yang sedang dijalaninya saat ini. Semoga semua cepat selesai dan mendapat solusi terbaik untuk kedua belah pihak sehingga masyarakat Indonesia mendapat pelajaran bagus dari kejadian ini.