TOLONG SEBARKAN! Hati-Hati Yang Suka Makan Tahu, Ternyata Banyak Menggunakan Pengawet Mayat


tidakbiasa.com - Baru-baru ini Jajaran Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya berhasil membongkar kejahatan usaha pabrik tahu yang selama ini memproduksi, dan memasarkan tahu dengan menggunakan bahan pengawet mayat, yaitu formalin.

Pabrik tahu yang hanya mementingkan keuntungan semata ini dengan tak merasa berdosa tega menggunakan formalin hanya semata-mata agar tahu  lebih tahan lama, tetap terlihat segar dan bagus sehingga menarik pembeli.

Kasubdit Indag Ditreskrimsus Polda Metro Jaya AKBP Agung Marlianto di Mapolda Metro Jaya memberikan keterangannya kepada wartawan yang dilansir beberapa media online.

"Jadi gini, tahu itu bahan dasarnya dua, air dan protein tinggi, tidak mudah bertahan lama. Kenapa dicampur formalin? Pertama, menghemat, karena murah dan tahan lama. Formalin untuk mengawetkan jenazah,"

Agung lalu memberikan informasi tentang bagaimana mengetahui tahu yang berformalin itu. Ia menyebutkan ciri-ciri tahu berpengawet mayat dan cara mendeteksinya, antara lain;


  1. Tekstur tahu biasanya lebih keras dari tahu biasa yang tidak menggunakan pengawer mayat.
  2. Tahu akan terasa lebih kenyal jika ditekan dan kemungkinan tidak basi dan bisa tahan sampai lebih dari 10 hari walaupun tidak dimasukkan ke dalam lemari es atau pendingin.
  3. Cara praktis untuk membedakan tahu memakai formalin atau tidak, bisa mencoba jatuhkan tahu setinggi lutut orang dewasa. Jika tidak hancur, atau tetap utuh kemungkinan besar mengandung formalin pengawet mayat.
  4. Atau dengan cara lain misalnya tusuklah tahu dengan jari Anda, jika terasa keras dan kenyal, ada indikasi berformalin. Karena, tekstur tahu itu sebenarnya lembut dan mudah hancur.

Berdasarkan analisis Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI, tahu yang tidak mengandung pengawet mayat biasanya hanya bertahan 3 hari. Namun, ada pula yang menggunakan pengawet makanan yang resmi. Itu mampu bertahan hingga lebih dari 3 hari namun tidak akan keras.

Jika kadar formalin pengawet mayat yang dituangkan ke dalam tahu sebanyak 100 miligram atau lebih, lanjut Agung, konsumen bisa mati. "Namun, jika dicampurkan sedikit-sedikit, berpotensi menyebabkan kanker di kemudian hari," ujarnya. Berarti jika dikonsumsi dalam jangka waktu yang lama bisa menyebabkan penyakit berbahaya ke dalam tubuh manusia.

Jadi mari kita lebih teliti tentang makanan tahu ini. Sebarkan info penting ini untuk ibu Anda atau keluarga Anda yang biasa memasak dan berbelanja tahu dari pasar. Jangan ragu untuk mengecek setiap makanan apakah bagus dikonsumsi tubuh atau tidak. Lakukanlah cara di atas untuk mengecek apakah tahu yang kita beli berformalin atau tidak. Semoga keluarga Anda selalu sehat dan terhindar dari tahu yang berformalin.