Video: Ceramah Ustadz Maulana "Meniadakan" Agama Tentang Pilih Pemimpin


tidakbiasa.com - Tentu banyak masyarakat Indonesia yang mengenal atau paling tidak pernah melihat Ustadz M Nur Maulana berceramah di televisi.

Seperti diwartakan beberapa situs terpercaya dai yang biasa dipanggil Ustadz Maulana ini melontarkan sebuah pernyataan yang memang tidak sepantasnya terucap karena terbukti menimbulkan kontroversi dan kecaman.

Dalam sebuah program ceramah yang ditayangkan salah satu tivi swasta, beliau menyinggung sebuah tema kepemimpinan. Dan ada beberapa pernyataan Ustadz Maulana justru menabrak syariat Islam.

“Ah agamanya beda? kalau kita membahas kepemimpinan tidak usah bicara agama. Kepemimpinan itu tidak berbicara masalah agama. Jadi kau tidak mau naik pesawat kalau pilotnya agama lain? jadi berbicara seperti ini jangan ada black campaign,” tutur Ustadz Maulana dengan lugas.

Berikut video selengkapnya, silakan disimak.




Apakah Ustadz Maulana hanya "keseleo" atau melupakan atau mungkin tidak tahu tentang haramnya memilih pemimpin kafir dalam syariat Islam? Mari kita saling mengingatkan.

Sangat jelas Al-Qur’an melarang menjadikan orang kafir sebagai Pemimpin, berikut dalilnya

1. QS Ali ‘Imraan : 28.

{لَا يَتَّخِذِ الْمُؤْمِنُونَ الْكَافِرِينَ أَوْلِيَاءَ مِنْ دُونِ الْمُؤْمِنِينَ وَمَنْ يَفْعَلْ ذَلِكَ فَلَيْسَ مِنَ اللَّهِ فِي شَيْءٍ إِلَّا أَنْ تَتَّقُوا مِنْهُمْ تُقَاةً وَيُحَذِّرُكُمُ اللَّهُ نَفْسَهُ وَإِلَى اللَّهِ الْمَصِيرُ} [آل عمران: 28]

“Janganlah orang-orang mukmin mengambil orang-orang kafir menjadi WALI (PEMIMPIN/PELINDUNG) dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Barang siapa berbuat demikian,  niscaya lepaslah ia dari pertolongan Alloh,  kecuali karena (siasat) memelihara  diri dari sesuatu yang ditakuti dari mereka. Dan Alloh memperingatkan kamu terhadap diri (siksa)-Nya. Dan hanya kepada Alloh kembali(mu).”

2. QS An-Nisaa’ : 144.

{يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَتَّخِذُوا الْكَافِرِينَ أَوْلِيَاءَ مِنْ دُونِ الْمُؤْمِنِينَ أَتُرِيدُونَ أَنْ تَجْعَلُوا لِلَّهِ عَلَيْكُمْ سُلْطَانًا مُبِينًا} [النساء: 144]

“Hai orang-orang yang beriman,  janganlah kamu mengambil orang-orang kafir menjadi WALI (PEMIMPIN / PELINDUNG) dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Inginkah kamu mengadakan alasan yang nyata bagi Alloh (untuk menyiksamu) ?”

3. QS Al-Maa-idah : 57.

{ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَتَّخِذُوا الَّذِينَ اتَّخَذُوا دِينَكُمْ هُزُوًا وَلَعِبًا مِنَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ مِنْ قَبْلِكُمْ وَالْكُفَّارَ أَوْلِيَاءَ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ} [المائدة: 57]

“Hai orang-orang yang beriman,  janganlah kamu mengambil jadi PEMIMPINMU,  orang-orang yang membuat agamamu jadi buah ejekan dan permainan,  (yaitu) di antara orang-orang yang telah diberi kitab sebelummu,  dan orang-orang yang kafir (orang-orang musyrik). Dan bertakwalah kepada Alloh jika kamu betul-betul orang-orang yang beriman.”

Bahkan Allah pun berfirman dalam Al-Qur’an melarang menjadikan orang kafir sebagai Pemimpin walau Kerabat sendiri dalilnya yaitu QS At-Taubah : 23.

{ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَتَّخِذُوا آبَاءَكُمْ وَإِخْوَانَكُمْ أَوْلِيَاءَ إِنِ اسْتَحَبُّوا الْكُفْرَ عَلَى الْإِيمَانِ وَمَنْ يَتَوَلَّهُمْ مِنْكُمْ فَأُولَئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ } [التوبة: 23]

 “Hai orang-orang beriman,  janganlah kamu jadikan BAPAK-BAPAK dan SAUDARA-SAUDARAMU menjadi WALI (PEMIMPIN / PELINDUNG) jika mereka lebih mengutamakan kekafiran atas keimanan,  dan siapa di antara kamu yang menjadikan mereka wali,  maka mereka itulah orang-orang yang zalim.”

Semoga kritik dari berbagai pihak yang peduli terhadap agama ini didengar Ustadz Maulana dan ia segera bertaubat dari kesalahannya. Aamiin.. Wallahu'alam.