Naudzubilah! Emilia Renita Wanita Penganut Syiah Bangga Membacok Kepalanya Sendiri (Ritual Tathbir)


tidakbiasa.com – Ketua Ormas Syiah Organization of Ahlulbayt for Social Support and Education (OASE) Emilia Renita yang juga mantan Istri dari Ketua Ikatan Jamaah Ahlul Bait Indonesia (IJABI) Jalaludin Rahmat mengaku bahwa dirinya pernah melakukan tathbir sebanyak tiga kali. Seperti yang dilansir fokusislam.com Renita memaparkan seperti berikut;

“Sudah ya, saya sudah pernah melakukannya sebanyak tiga kali. Pertama di Irak dan dua kali di Indonesia,”.

Kemudia Renita melanjutkan “Kepala saya dibacok menggunakan tangan saya sendiri sampai berdarah-darah. Saya tidak takut, kami Syiah tidak ada rasa takut,” ujarnya.

Meski darah bercucuran dan luka menganga, Emilia mengklaim tidak merasakan sakit bahkan merasa senang.

“Tidak sakit, biasa aja bahkan saya senang,” jelasnya.

Saat ditanya apakah setelah melakukan tathbir apakah ia mendapatkan perawatan untuk mengobati lukanya, Emilia tertawa sambil menjawab enteng bahwa lukanya sembuh sendiri atas keberkahan imam Husen.

“Luka cepet sembuh, padahal saya bacok keras pakai pedang. Atas keberkahan imam Husen, luka cepat kering tidak sampai tiga hari,” terangnya.

Karena itu, Emilia mengancam kepada siapa saja agar jangan coba coba untuk mengganggu Syiah.

“Kami Syiah sudah biasa melukai diri sendiri, apalagi melukai orang lain,maka kami lebih bisa lagi,” jelasnya.

Seperti diketahui, tathbir adalah perbuatan dengan memukul atau melukai kepala sendiri dengan menggunakan pedang atau senjata tajam lainnya yang dilakukan setiap tanggal 10 muharram untuk memperingati wafatnya Husen radhiyallahu ‘anhu atau biasa dikenal dengan perayaan Asyura. Menurut Syiah, perbuatan melukai diri sendiri tersebut adalah suatu amalan utama yang diyakini mendapat pahala besar. Semakin parah luka maka semakin besar pahala.

Syi’ah Menurut MUI

Perlu diketahui bahwa Majelis Ulama Indonesia (MUI), pada tahun 1984, telah mengeluarkan fatwa bahwa syiah adalah ajaran yang dilarang masuk ke ndonesia

Bukan hanya itu, pada 2013 silam, MUI pusat telah menerbitkan buku berjudul “Mewaspadai Penyimpangan Syiah di Indonesia”, sebagai bentuk peringatan kepada masyarakat terhadap ajaran Syiah.

Ya Allah kami memohon kepada-Mu jauhkan kami dari penyimpangan agama Islam yang mulia ini. Dan jangan jadikan Indonesia sebagai sarang dari agama sesat syiah dan lainnya. Ya Robb,,, Muliakan Indonesia dengan Islam yang benar sesuai tuntunan Rasulullah Muhammad SAW. Aamiin..