Inilah Perahu Yang Bisa Menyelamatkan Kita Meniti Jembatan Shiratal Mustaqim

tidakbiasa.com - Shiratal Mustaqim merupakan jembatan yang akan dilalui oleh setiap manusia di akhirat nanti. Jembatan inilah yang menghubungkan Mauqif (Padang Mahsyar) dengan Jannah (Syurga) dan di bawahnya terdapat Naar (Neraka). Rasulullah menerangkan bahwa jembatan ini lebih tipis dari sehelai rambut dan lebih tajam dari pedang.

Gambar hanya ilustrasi

Keadaan orang yang meniti di atasnya dan kecepatannya tidak sama, ada yang seperti kerdipan mata, ada yang seperti kilat, ada yang seperti angin dan sebagainya. Dan ada pula yang terjatuh di tengah jalan dan langsung masuk neraka.

Keadaan manusia di atas Shiratal Mustaqim di alam sana akan sama betul dengan keadaan manusia ketika mereka berada di atas Shiratul Mustaqim di dunia ini. Kalau ketika di dunia ini perjalanan mereka tetap di atas jalan yang lurus (Islam) dan tidak bengkok ke kiri dan ke kanan, maka di akhirat nanti nasib mereka juga akan demikian, berjalan tegap di atasnya dan akhirnya sampai dengan selamat ke syurga yang dituju. Tetapi jika sebaliknya, maka mereka pasti akan tergelincir dan seterusnya masuk ke dalam neraka, Wal ‘Iyadzu Billah.

Dalam sebuah hadits dijelaskan bahwa nanti pada hari kiamat, datanglah sekelompok umat lalu mereka naik ke atas jembatan itu dan Rasulullah SAW pun menoleh kepada mereka seraya berkata,

"Siapakah kalian?"
"Kami adalah umatmu," jawab mereka.

Rasulullah bersabda,

"Apakah kalian telah melaksanakan perintah-perintahku?"

"Tidak," kata mereka.

Kemudian Rasulullah pun pergi meninggalkan mereka, hingga terjerumuslah mereka ke dalam neraka.

Kemudian datang lagi sekelompok umat lain dan Rasulullah bertanya,

"Apakah kalian berada pada syariat Nabi kalian? Dan adakah kalian berjalan di atas jalan-Nya yang benar?"
"Ya," kata mereka.

Maka dapatlah mereka melewati jembatan itu, dan apabila mereka menjawab "tidak", maka terjerumuslah mereka ke dalam api nereka. Bagi mereka yang tergelincir ke dalam nereka, mereka selalu mengharap syafaat Rasulullah.

Masjid Bisa Menjadi Penolong.

Inilah yang menjadi tema dalam kisah ini, dimana masjid bisa menolong siapa saja yang selalu aktif menjalankan ibadah di dalam masjid itu sesuai syariat Islam yang dicontohkan Rasulullah.

Dalam suatu hadits diterangkan bahwa ada suatu kaum yang datang dan berhenti di atas Jembatan Shirat seraya berkata,

"Siapakah gerangan yang bakal menyelamatkan kita dari api neraka, padahal kita tidak kuasa melewati jembatan ini."

Mereka menangis sejadi-jadinya mengharap pertolongan dengan amat sangat.

Lalu muncullah Malaikat Jibril dan bertanya kepada meraka,

"Apakah yang menghalangi kalian untuk melewati jembatan Shirat ini?"
"Kami takut dengan api neraka," jawab umat itu.

"Apakah ketika di dunia kalian menemui lautan? Bagaimana kalian menyeberanginya?" tanya Malaikat Jibril.
"Kami mengendari perahu," jawab umat itu.

Kemudian Malaikat Jibril mendatangkan kepada meraka sebuah masjid dalam bentuk perahu yang mana mereka pernah shalat di dalamnya. Maka duduklah mereka di atas masjid itu, melewati jembatan maut dan dikatakan (Jibril) kepada meraka,

"Inilah masjid-masjid yang telah kalian pergunakan untuk shalat berjamaah."

Subhanallah.

Semoga kita bisa beristiqamah untuk shalat berjamaah di masjid, karena masjid itu bisa menolong kita melewati jembatan Shirat nantinya. Mari pernah kah sobat menjawab dan memperhatikan panggilan adzan yang merupakan seruan dari Allah untuk mengajak kita mencapai kebahagiaan? Pahami dan dengarkanlah adzan itu sobat, dan penuhi panggilan Allah. Bukankah jika kita dipanggil oleh teman terbaik kita, maka kita bersegera menengok dan menghampiri? Bagaimana dengan panggilan Allah? Tuhan yang menciptakan kita, yang memegang hidup dan mati kita? Renungkanlah dan bangkit untuk mendekat dengan-Nya untuk sholat. Karena sholat merupakan sebaik-baik amal dibanding amal-amal yang lain. Wallahu'alam

Riwayat bisa dibaca dalam kitab Daqoiqul Akbar Fii Dzikril Jannati Wan Naar, karya seorang Imam Abdirrhim bin Ahmad Al-Qadhiy.

Jangan lupa setelah baca dibagikan ya, semakin banyak yg membagikan semakin banyak yang baca dan tentu semakin banyak pula manfaatnya. Aamiin.